Di satu siang di satu gedung perkantoran di Jakarta.
Sehabis meeting bersama client, sambil menuju ke lantai bawah saya mencoba menghubungi supir kantor, Pak Obong namanya, via telfon untuk memberitahu bahwa saya sudah selesai meeting. Biasanya kemudian Pak Obong akan mendatangi saya yang menunggu di lobby. Tapi kali itu entah kenapa, hp Pak Obong tidak bisa dihubungi. Panggilan saya selalu masuk ke mailbox. Sampai di lantai bawah, saya menuju counter receptionist untuk mengambil kembali KTP yang sebelumnya saya tukar dengan tanda pengenal untuk masuk ke dalam gedung. Yang duduk dibalik counter adalah seorang bapak dengan kumis tebal. Sambil menukarkan tanda pengenal, saya berpikir mungkin lebih baik saya mencoba untuk memanggil Pak Obong melalui fasilitas Car Call, karena tadi hp-nya tidak bisa dihubungi. Saya lalu berinisiatif untuk bertanya pada si Pak Kumis di balik counter.
"Pak, disini bisa car call?" tanya saya
"Siapa?? Pak Narko??"
Saya ulangi pertanyaan saya, "Bukan pak. Car call"
"Pak Narko?? Di bagian apa ya?? "
Saya menahan tawa. "Bukan pak. Saya mau car call. Tolong untuk Pak Obong dari XXX"
"Oooooo" Pak Kumis kemudian mengambil mikrofon dari balik counter.
Sedetik kemudian terdengar suara Pak Kumis yang menggelegar di seantero lobby dan pelataran parkir.
"KEPADA PAK NARKO...... UNTUK PAK OBONG DARI XXX DIHARAP SEGERA SETENBEI. KAMI ULANGI.... KEPADA PAK NARKO.... UNTUK PAK OBONG DARI XXX DIHARAP SEGERA SETENBEI"
Dan saya pun hampir terjatuh karena kaget.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar