Jumat, 13 Februari 2009

Kecap Addict



Makan soto pakai kecap? Siapa yang tidak suka? Makan bakso pakai kecap? Hmmm… apalagi… Sambal untuk pecel lele dicampurin kecap sedikit? Nyam…nyam…. Sop ayam pake sambal kecap? Tariiik….. apalagi kalau sambal kecapnya dicampur banyak potongan cabe rawit dan tomat. Tempe mendoan pakai sambal kecap? Uuh…. Yummy……

Saya memang penggemar kecap. Buat saya, kecap menambah cita rasa makanan, tentu saja bila ditambahkan dalam proporsi dan paduan yang tepat. Beberapa makanan memang dari segi tekstur, bahan dan rasa, tidak cocok (menurut saya) bila dipadukan dengan kecap, namun pada umumnya saya suka mencampur nasi di piring saya dengan kecap bila lauknya saya pikir cocok. Hal ini bukan hal yang aneh di rumah (ibu) saya, karena hampir semua penghuninya juga menyukai kecap. Meskipun saya akui, kadar kesukaan saya akan kecap sedikiiiit lebih tinggi dibanding penghuni rumah yang lain.

Lain halnya dengan di kantor, kesukaan saya akan kecap ternyata lumayan melegenda. Selain kopi dan teh, kantor saya menyediakan beberapa condiment seperti sambal botol dan kecap. Beberapa orang di kantor termasuk saya, sering menikmati makanan di meja masing-masing, baik itu makan siang atau cemilan sore seperti somay misalnya. Karena itu botol kecap yang ber-pos tetap di pantry sering berkunjung ke meja-meja di kantor. Sering bila ada rekan kantor yang mencari kecap di pantry dan tidak menemukannya, sudah dipastikan bahwa saya yang jadi tertuduh utama. Padahal… belum tentu saya yang menculik botol kecap yang dicari. :)

Tapi dengan latar belakang tersebut, kesukaan saya terhadap kecap ternyata masih belum seberapa dibandingkan dengan Pak Uban. Setelah menikah dengan Pak Uban, saya baru sadar bahwa kesukaan dia pada kecap ternyata levelnya sangat jauh di atas saya. Pak Uban mencampur semua makanannya dengan kecap. Dan pemandangan botol kecap di meja makan menemani sarapan, makan siang, dan makan malam, bukanlah hal yang aneh di rumah saya.

Makanan-makanan yang saya anggap tidak cocok bila dipadukan dengan kecap, dengan tenang dilahap Pak Uban setelah dicampur terlebih dulu dengan kecap. Pertama-tama tentu saya bengong dan protes. Tapi protes saya dengan santai ditanggapi Pak Uban dengan cengiran dan menyendok makanan yang sudah dicampur kecap, kemudian menyuapkan makanan tersebut dalam jumlah banyak ke mulutnya.

Ingin tahu makanan apa saja yang dicampur kecap oleh Pak Uban? Saya tidak ingat semua karena terlalu banyak, tapi dibawah ini adalah daftar beberapa makanan aneh (menurut saya) yang disukai Pak Uban :

Sayur bayam bening…… dicampur kecap
Sayur lodeh…… *sambil nanya, “kecapnya mana?” *
Nasi Kuning tumpeng…… pastinya…. Tambah kecap, dong..
Spaghetti…. (it’s true!! )…… pakai kecap lebih enak katanya….
Mac n Cheese……. So pasti kecap…hiks….
Scrambled Eggs (yang dicampur tomat, keju dan susu)……. Dan ditambah kecap tentunya…
Urap sayur....... yang dituangi kecap..
Semur daging yang tentunya sudah dimasak dengan kecap...... tambah lagi kecapnya.....
Ini paling aneh ...... Nasi putih plus pisang goreng dan….. you guess it right!!..... kecap dooong…..

Belajar dari pengalaman bahwa protes saya tidak akan ditanggapi, akhirnya saya belajar untuk menutup mata (dan mulut) saat melihat Pak Uban mencampur makanannya dengan kecap. Walaunpun saya sering bertanya-tanya sendiri, kira-kira apa komentar Pak Bondan Maknyus kalau melihat Pak Uban makan campuran yang aneh tersebut. Merusak cita rasa kuliner pastinya!! Hehe... yeap..... it's official. Pak Uban is a kecap addict. :)

Image diambil dari www.alibaba.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar